About Me

Pengaruh Pemberian Pupuk Nitrogen Terhadap Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar Rumput Gajah (Pennisetum purpureum)

Pengaruh Pemberian Nitrogen Terhadap Kadungan Protein Kasar dan Serat Kasar Rumput Gajah - Radenpedia,com
Pengaruh Pemberian Nitrogen

Raden Pedia - Rumput gajah (Pennisetum purpureum) yang dikenal sebagai salah satu jenis hijauan yang tahan terhadap kekeringan, juga belum mampu memberikan perbaikan ketersediaan hijauan yang signifikan pada musim kemarau. Namun demikian keunggulan rumput gajah dibandingkan beberapa hijauan lain adalah kemampuan produksinya yang sangat tinggi. Beranjak dari hal tersebut maka pada saat produksi rumput gajah melimpah, sebagian produksinya diawetkan dan disimpan sebagai persediaan untuk antisipasi terjadinya paceklik hijauan pada musim kemarau.

Kendala dalam penyediaan pakan hijauaan yang berkualitas dan berkelanjutan adalah lahan subur atau produktif untuk penanaman pakan hijauan ternak, karena penggunaan lahan produktif biasanya digunakan untuk tanaman bernilai ekonomis tinggi. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan pemanfaatan lahan-lahan marjinal atau kurang produktif dengan pemberian unsur hara yang diperlukan tanaman dengan cara pemupukan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Salah satu pupuk yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah adalah urea. Sifat kimia, fisika, dan biologi tanah sangat mempengaruhi pertumbuhan, hasil panen, dan kualitas tanaman. Sifat tersebut dapat diperbaiki melalui pengolahan dan pemberian pupuk organik maupun anorganik. Urea (NH₂CONH₂) mampu memacu pertumbuhan vegetatif dan meningkatkan warna hijau daun. Efisiensi konversi nitrogen meningkat dengan meningkatnya taraf 2 nitrogen (Crespo dan Odurado, 1986). Meningkatnya taraf pemupukan menyebabkan kandungan protein kasar meningkat (Tyagi dan Singh, 1985). Tetapi jika diberikan secara terus menerus akan berpengaruh terhadap sifat fisik tanah yaitu tanah menjadi pejal dan kemampuan agregat tanah dalam menahan air menurun. Proses terurainya urea juga akan melepaskan ion H+, ion hidrogen ini akan diserap oleh partikel tanah sehingga akan menurunkan pH tanah.

Peternak memberikan pakan rumput gajah dalam bentuk segar tanpa proses pengawetan baik fermentasi, sehingga diperlukan teknologi pengolahan dan pengawetan rumput gajah pada saat produksi melimpah yaitu pada musim penghujan. 5 Kandungan nutrisi rumput gajah segar umur 43 – 56 hari adalah Abu 15,4%, Ekstrak Eter 2,3%, Serat Kasar (SK) 33,1% Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) 40,0%, Protein Kasar (PK) 9,1%, Protein Tercerna untuk sapi 5,7% dan Total Digestible Nutrient (TDN) untuk sapi 51% (Hartadi dkk., 1997).

Fungsi nitrogen bagi tanaman adalah untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, termasuk pertumbuhan daun yang baik, daun tanaman lebar dengan warna yang lebih hijau, meningkatkan kadar protein dalam tubuh tanaman dan meningkatkan kualitas tanaman (Sutejo dan Kartasapoetra, 1988). Sumardi (1988) menyatakan bahwa dengan pemupukan nitrogen bertujuan untuk membuat bagian tanaman yang hijau segar, mempercepat pertumbuhan dan menambah kadar protein tanaman. Kadar protein kasar sangat penting diperhatikan pada hijauan makanan ternak sebab dapat mempengaruhi konsumsi hijauan, begitu pula kadar serat kasarnya perlu diperhatikan karena dapat dijadikan pegangan untuk menentukan banyaknya energi yang tersedia buat ternak.

Salah satu bentuk pupuk nitrogen, yaitu urea yang mengandung N 46%, mudah menarik uap air (higroskopis) dan mudah terserap oleh tanaman (Lingga, 1986). Pupuk Urea yaitu pupuk anorganik atau pupuk buatan sebagai sumber hara nitrogen yang dapat digolongkan berdasarkan jenis dan kandungan hara dalam bentuk tunggal dan pupuk urea agak masam (Subagyo, 1970).

Pemberian nitrogen diketahui mampu meningkatkan kandungan protein kasar secara optimal karena menurut Permata (2012) urea mengandung nitrogen sebanyak 42% hingga 45% atau setara dengan protein kasar antara 262-281%. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian (Nasir, 1989) yang menggunakan level pupuk nitrogen yaitu kontrol, 25 kg/ha, 50 kg, 75 kg/ha, dan 100 kg/ha dengan mengahasilkan rata-rata protein kasar rumput raja yaitu 6,03%, 7,08%, 7,23%, 8,13% dan 9,74% yang menyatakan bahwa pemberian pupuk nitrogen dapat meningkatkan kadar protein kasar rumput raja.

Kandungan Protein Kasar Tanaman Rumput Gajah


Pemberian nitrogen terhadap pemupukan rumput gajah menyebabkan ada kecenderungan penurunan rataan serat kasar antara perlakuan A, B, C dan D. Sedangkan ada kenaikan pada perlakuan E. Penurunan kandungan serat kasar pada pemupukan rumput gajah terjadi karena perlakuan penambahan nitrogen dapat menyebabkan penurunan serat kasar. Tanaman mempunyai kualitas baik bila kadar serat kasarnya rendah dan kadar proteinnya tinggi (Susetyo dkk., 1969). Menurut Crowder dan Chedda (1982) mengatakan kadar protein suatu tanaman menurun sesuai meningkatnya umur tanaman, sedangkan kadar serat sebaliknya menjadi meningkat.
Kandungan Serat Kasar Tanaman Rumput Gajah

Berdasarkan hasil dan pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk nitrogen pada rumput gajah dapat meningkatkan kandungan protein kasar dan menurunkan serat kasar rumput gajah. Pemberian pupuk nitrogen pada rumput gajah berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein sedangkan serat kasar tidak berpengaruh nyata.

Artikel ini dibuat berdasarkan referensi dari Skripsi yang yang ditulis oleh Siti Hardianti N I 111 11 274 Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin Makassar 2015. Semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk share artikel ini dan komentar dibawah ya.

DAFTAR PUSTAKA
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NITROGEN TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum)
SKRIPSI Oleh SITI HARDIANTI. N I 111 11 274 FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2015

Post a Comment

0 Comments