About Me

Konsep Bisnis Berbeda dari Ojek Online Anterin

Konsep Bisnis Berbeda dari Ojek Online Anterin - radenpedia.com
Konsep Bisnis Baru dari Anterin

RadenPedia - Hingga saat ini jumlah aplikator ojek online di Indonesia belum diketahui secara pasti, karena ada banyak pelaku yang bermunculan. Dengan begitu, sangat wajar jumlah aplikator ojek online masih belum diketahui jumlah pastinya oleh pemerintah.

Baru-baru ini disebutkan jika pesaing resmi Gojek dan Grab hanya ada dua saja, yaitu Cyberjek dan juga Maxim.

Namun, jumlah pesaing Gojek dan Grab nampaknya sudah bertambah mengingat Kemenhub sudah melakukan pertemuan dengan beberapa aplikator ojek online, di antaranya adalah Cyberjek, Maxim, Bitcar, dan juga Anterin.

Konsep Bisnis Berbeda dari Anterin


Baik Cyberjek, Maxim, Bitcar, dan juga Anterin pasti memiliki konsep bisnis atau yang lebih tepatnya senjata berbisnis masing-masing yang mereka anggap mampu membantu eksistensi mereka dari para pesaingnya. Yang menarik disini Ojek Online Anterin memberikan konsep berbisnis yang berbeda dari kompetitor nya.

Salah satu konsep bisnis unik dimiliki oleh Anterin di mana mereka mengatakan bisnisnya tidak sama dengan Gojek dan Grab atau kata lain Anterin itu berbeda. Anterin lebih pada konsep market place. Jadi, para driver nantinya bisa menentukan tarif mereka sendiri tapi tetap harus sesuai peraturan yang ada (tidak melanggar tarif batas atas dan tarif batas bawah).

Berikut ini daftar tarif ojek online yang diberlakukan pemerintah:

Zona I (Sumatra, Jawa, Bali, kecuali Jabodetabek)Tarif Rp1.850 sampai Rp2.300 per km dengan biaya minimal Rp7.000 – 10.000

Zona II (Jabodetabek)Tarif Rp2.000 sampai Rp2.500 per km dengan biaya minimal Rp8.000 – 10.000

Zona III (Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan lainnya)Tarif Rp2.100 sampai Rp2.600 per km dengan biaya minimal Rp7.000 – 10.000

Dengan menerapkan konsep bisnis yang seperti itu, nantinya para pengemudi bisa mendapatkan keuntungan secara 100 persen karena uang yang didapat tidak akan dipotong. Sebagai gantinya, para pengemudi hanya diharuskan membayar biaya berlangganan saja. Jadi biaya berlangganan yang dipatok oleh Anterin per bulan hanya Rp150 ribu saja.

Apa Pendapat Pemerintah?


Pemerintah mempersilakan aplikator ojek online untuk membuat berbagai macam penawaran. Namun dari sekian banyaknya penawaran itu, pemerintah mengingatkan para aplikator ojek online harus mematuhi tarif yang sudah diberlakukan.

Apakah sudah tertarik menjadi driver Anterin?


Jika tertarik, Kita bisa mendaftarkan diri menjadi driver Anterin. Dan satu hal lagi yang harus Anda ketahui adalah driver ojek online lain dipersilakan bergabung. Seperti yang sudah disebutkan di awal, konsep Anterin adalah marketplace. Jadi, mereka mempersilakan driver dari aplikator ojek online lain untuk menjadi pengemudinya.

Dilansir dari CNBC Indonesia, CEO Anterin mengatakan kepada para penggunanya agar tidak kaget ketika mereka melakukan order ternyata yang keluar adalah pengemudi Gojek atau Grab (yang menerima pesanannya) karena konsep Anterin adalah marketplace.

Terimakasih sudah membaca artikel "Konsep Bisnis Berbeda dari Ojek Online Anterin". Semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk bagikan.

Post a Comment

0 Comments