Back to Top

Rangkuman Sekilas Peristiwa Tragedi Nasional

Raden Pedia
August 03, 2021
0 comments

Rangkuman Sekilas Peristiwa Tragedi Nasional - www.radenpedia.com

RADENPEDIA - Tujuh puluh enam tahun Indonesia merdeka bukan tanpa sejarah, banyak tragedi nasional yang terekam. Dalam rangka ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke-76 tahun merdeka, pada kesempatan ini Radenpedia.com akan memberikan rangkuman Sekilas Peristiwa Tragedi Nasional. Insyaallah kedepannya selain memberikan informasi seputar peluang usaha kami berkomitmen juga untuk memberikan informasi yang sifatnya edukasi. Selamat membaca.

Pemberontakan Madiun/PKI

1. Nama Peristiwa : Pemberontakan Madiun/PKI
2. Latar Belakang : Kecewa oleh hasil perundingan Renville yang dianggap merugikan Indonesia.
3. Tujuan : Untuk meruntuhkan Negara Republik Indonesia dengan usaha menggantikan Negara Pancasila menjadi Negara Komunis.
4. Uraian Singkat ;
  • Waktu : Antara 28 Juni 1948 – 30 September 1948.
  • Tempat : Berawal dari Solo sampai ke Madiun dan Sekitarnya.
  • Tokoh : Amir Syarifudin dan Muso.
  • Bentuk Aksi : (1)Melancarkan Propaganda Anti Pemerintah, (2)Mengadakan pemogokan-pemogokan kerja bagi para buruh diperusahaan misalnya di pabrik karung di Delanggu Klaten, (3)Melakukan pembunuhan misalnya terhada Komandan Divisi LIV yakni kolonel Sutartopada tanggal 2 Juli 1948. Dan Dr. Moerwardi yang diculik lalu dibunuh pada tanggal 13 September 1948.
5. Upaya Pemerintah : Memperintahkan Kolonel Gatot Subroto serta Kolonel sungkono(Panglima Divisi Jawa Timur) untuk melaksanakan Gerakan Operasi Militer (GOM) 1 bersama rakyat, untuk menumpas para pemberontak.

Pemberontakan DII/TII

1. Nama Peristiwa : Pemberontakan DII/TII
2. Latar Belakang : Kecewa Terhadap hasil perundingan Renville yang dianggap merugikan Indonesia.
3. Tujuan : Untuk Mendirikan Negara Islam Indonesia (NII) yang berlandaskan Kanun Asassi.
4. Uraian Singkat ;
  • Waktu : 7 Agustus 1948 – 4 Juni 1962.
  • Tempat : Jawa Barat. Kemudian Tegal, Kebumen, Sulawesi Selatan, Kalimantan dan Aceh.
  • Tokoh : S.M. Kartosuwiryo, Amir Fatah (Tegal), Muhammad Mahfudh Abdurahman (Kebumen), Kahar Muzakar (Sulawesi Selatan), Ibnu Hajar (Kalimantan), Daud Beureuh (Aceh).
  • Bentuk Aksi : Memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) yang berlandaskan kanun Asasi. Membentuk Lembaga-lembaga : Majelis Syura, Dewan Imamah, dan Dewan Fatwa.
5. Upaya Pemerintah : (1)Secara Diplomasi yakni dengan pendekatan melalui partai Masyuni Jawa Barat dan membentuk komite yang dipimpin oleh Moh. Natsir, namun usaha ini gagal. (2)Melakukan Operasi Militer yakni Operasi Bharatayuda dengan Teknik Pagar Betis.

Pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA)

1. Nama Peristiwa : Pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA)
2. Latar Belakang : Golongan Kolonis Belanda yang memanfaatkan kepercayaan rakyat akan datangnya Ratu Adil.
3. Tujuan : (1)Mempertahankan bentuk federal di Indonesia. (2)Mempertanhankan adanya tentara tersendiri pada Negara-negara bagian RIS.
4. Uraian Singkat ;
  • Waktu : Antara 23 Januari 1950 – 24 Januari 1950.
  • Tempat : Bandung.
  • Tokoh : Kapten Westerling.
  • Bentuk Aksi : Menyerang tiba-tiba oleh pasukan APRA sekitar 800 orang yang terdiri dari bekas KNIL, pelarian pasukan paying, barisan pengawal “stroottroepen” dan Polisi Belanda.
5. Upaya Pemerintah : (1)Pengiriman kesatuan-kesatuan polisi dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. (2)Penumpasan dan pengejaran terhadap APRA. (3)Pembersihan dan Penahanan terhadap tokoh-tokoh APRA. (4)Perundingan antara wakil pemerintah Indonesia (Drs. Moh. Hatta) dengan wakil pemerintah Belanda (Mayor Jendral Engels). Hasilnya Westerling didesak untuk segera meninggalkan Bandung.

Pemberontakan Andi Aziz

1. Nama Peristiwa : Pemberontakan Andi Azis
2. Latar Belakang : Sikap menolak masuknya pasukan-pasukan APRIS dari TNI ke Sulawesi Selatan.
3. Tujuan : Agar mereka “Pasukan Bebas” tidak terdesak oleh pasukan baru.
4. Uraian Singkat ;
  • Waktu : Antara 5 April 1950 – 26 April 1950.
  • Tempat : Makassar.
  • Tokoh : Andi Azis.
  • Bentuk Aksi : Menyerang masrkas TNI di Makasar.
5. Upaya Pemerintah : (1)Memberikan ultimatum kepada Andi Azis untuk datng ke Jakarta dalam waktu 4x24 jam untuk mempertanggungjawabkan tindakannya dan diminta untuk mengkonsinyasi seluruh pasukannya. (2)Mengirim ekspedisi militer yang dipimpin oleh Kolonel Alex Kawilarang yang terdiri dari atas tiga angkatan dan kepolisian.

Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS)

1. Nama Peristiwa : Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS).
2. Latar Belakang : Berusaha mendirikan Republik Maluku Selatan yang diawali saran untuk membunuh seluruh anggota Dewan Maluku Selatan.
3. Tujuan : Ingin mendirikan Republik Maluku Selatan yang terpisah dari NIT dan RIS.
4. Uraian Singkat ;
  • Waktu : Antara 25 April 1950 – November 1950.
  • Tempat : Ambon, Maluku.
  • Tokoh : Christian Robert Soumokil.
  • Bentuk Aksi : (1)Melancarkan Intimidasi kepada rakyat. (2)Melancarkan propaganda separatis oleh Gabungan Sembilan Serangkai. (3)Memproklamasikan berdirinya RMS di Ambon.
5. Upaya Pemerintah : (1)Mengirimkan misi perdamaian yang dipimpin oleh dr. J. Leimana, Namun ditolak. (2)Tanggal 12-13 Juni 1950 diadakn konferensi Maluku di Semarang. (3)Melakukan Gerakan Operasi Militer (GOM) III yang dipimpin oleh Kolonel Alex Kawilarang.

Terimakasih sudah membaca artikel kali ini hingga selesai. Mohon maaf apabila ada kesalahan dan kurangnya. Jangan lupa untuk share ke sosial media teman-teman dirumah.