Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

5 Cara Pengusaha Bertahan Dalam Situasi Resesi

 

5 Cara Pengusaha Bertahan Dalam Situasi Resesi

5 Cara Pengusaha Bertahan Dalam Situasi Resesi

Sumber: Pexels by Mikhail Nilov

RADENPEDIA - Resesi menjadi topik yang menghantui berbagai pihak dalam beberapa bulan terakhir. Hal tersebut juga tidak terhindari bagi kalangan pengusaha.

Pasalnya, pelaku usaha terlibat hubungan finansial yang cukup kompleks dengan berbagai pihak. Tidak hanya dalam keperluan mencari pelanggan, terdapat hubungan yang rumit antara pelaku usaha dengan pegawai.

Tentang Resesi Bagi Pengusaha

Sumber: Pexels by Mikhail Nilov

Resesi menjadi sebuah isu yang sangat serius di kalangan pengusaha. Pasalnya, resesi dapat menjadi ujian berat bagi berbagai bisnis. Hal tersebut terutama dalam mempertahankan aset dan kinerja perusahaan.

Mayoritas pengusaha akan mencoba merampingkan bisnis dan meningkatkan efisiensi usaha di tengah resesi. Namun di saat bersamaan, pengusaha juga mencoba mempertahankan karyawan potensial dan aset penting yang tidak tergantikan.

Tips Usaha Bertahan Dalam Situasi Resesi

Sumber: Pexels by Fauxels

Resesi menjadi tantangan dan ujian bagi setiap orang, termasuk pengusaha dan pegawai. Hal tersebut mengantarkan tuntutan untuk bertahan sebaik mungkin dan tetap menjaga relasi baik.

Tujuannya agar aset menguat dan kerjasama dapat bertahan selama dan setelah resesi. Perusahaan yang dapat bertahan dari situasi resesi justru berpotensi menjadi bisnis besar di masa depan. Berikut beberapa rekomendasi yang dapat dipertimbangkan para pelaku usaha.

Adopsi dan Optimasi Pemasaran Digital

Terdapat banyak hal yang dapat dihemat dengan menjalankan pemasaran digital. Hal tersebut termasuk ongkos operasional pemasaran dan biaya untuk memasuki target pasar baru.

Pemasaran digital juga memiliki basis data yang lebih terukur untuk kebutuhan eksperimen. Dengan begitu, perencana atau manajer pemasaran dapat membuat strategi yang lebih berbasis pada data.

Menargetkan Konsumen Baru

Daya beli masyarakat secara umum akan menurun di situasi resesi. Hal tersebut tentu akan berpengaruh pada sebagian besar volume penjualan. Situasinya dapat diatasi dengan menargetkan konsumen baru dengan jumlah yang lebih banyak.

Strategi ini juga yang dapat dilakukan dengan optimasi pemasaran digital. Dengan digital marketing, aktivitas menjangkau konsumen di lokasi yang berbeda dan sangat jauh dapat ditempuh dengan cara-cara yang lebih ringan dan efisien.

Baca Juga : Tips UMKM Menjangkau Pasar Baru

Menarget Pasar Menengah ke Atas

Kelompok masyarakat menengah ke atas merupakan target yang menerima dampak resesi paling rendah. Sebagian besar kalangan ini masih dapat memenuhi kebutuhan dasar dan membelanjakan hal-hal yang bersifat keinginan.

Menawarkan produk pada kelompok ini merupakan salah satu pilihan terbaik di tengah situasi resesi. Bahkan pendekatan yang sesuai dapat membawa kabar baik bagi perusahaan. Pasalnya hubungan baik dengan pelanggan di kelompok ini dapat bertahan hingga setelah resesi.

Dengan begitu, pelaku usaha memiliki pasar yang daya belinya lebih baik. Hal tersebut akan berdampak langsung pada pendapatan bersih perusahaan secara konsisten.

Menurunkan Biaya Operasional

Pelaku usaha harus secara cermat menurunkan biaya operasional dalam situasi resesi. Hal tersebut dimulai dari menginventarisir seluruh aset dan kebutuhan perusahaan. Kemudian diikuti dengan klasifikasi berdasarkan skala prioritas.

Hal-hal yang bersifat pendukung dan sekunder harus diminimalkan. Aset dan operasional harus memiliki efisiensi yang tinggi dalam menunjang perusahaan menghasilkan keuntungan.

Apabila dibutuhkan, perusahaan juga dapat melelang berbagai aset tidak bergerak yang bisa disubstitusi. Beberapa perusahaan bahkan memilih untuk segera menjual properti seperti kantor atau gudang sebelum resesi.

Kebutuhan tersebut saat ini sudah dapat disubstitusi dengan kebijakan WFH. Beberapa layanan sewa ruang kerja virtual juga dapat menjadi andalan untuk menekan biaya operasional.

Mengusung Konsep Kolaborasi

Dalam agenda bertahan dengan situasi resesi, ada baiknya perusahaan mempertimbangkan konsep kolaborasi. Gaya kerja ini menempatkan apresiasi yang sesuai dengan performa pekerja.

Dengan begitu, perusahaan dapat meminimalkan risiko biaya overhead pada situasi resesi. Di sisi lain, kebijakan serupa juga akan mendorong kinerja pihak pegawai atau mitra yang berkolaborasi.

Namun tantangan utama dalam kebijakan ini adalah menemukan pihak yang sesuai. Pasalnya tidak semua orang merasa tertantang dan sesuai dengan konsep apresiasi berdasar performa. Beberapa pihak bahkan dapat menganggap hal tersebut sebagai aksi manipulatif.

Penutup

Sumber: Pexels by Fauxels

Demikian beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan pengusaha dalam mempertahankan bisnis di situasi resesi. Kabar tentang resesi memang belum 100% terjadi. Namun bersiap dan mengambil ancang-ancang dapat menjadi langkah bijak. ***


Post a Comment for "5 Cara Pengusaha Bertahan Dalam Situasi Resesi"